Written by Admin on 21 November, 2021

Liquid Penetrant Testing (LPT)

Liquid Penetrant Testing (LPT) merupakan jenis pengujian tidak merusak dengan prinsip yang memanfaatkan kemampuan media cair untuk mengalir dalam suatu saluran tanpa dipengaruhi gaya-gaya dari luar seperti gravitas atau yang biasa disebut dengan capilary action. Tujuan dari metode ini adalah untuk mendekteksi adanya diskontinuitas pada material dengan mengamati cairan yang muncul pada bagian permukaannya.

Pada Liquid Penetrant Testing (LPT) terdapat tiga komponen utama, yaitu cleaner, penetrant, dan developer. Cleaner berfungsi sebagai pembersih permukaan untuk mengilangkan pengotor, penetrant merupakan zat yang akan masuk ke dalam indikasi cacat pada permukaan material, dan developer merupakan zat yang digunakan untuk menarik keluar penetrant yang terdapat di dalam cacat ke permukaan material sehingga indikasi cacat lebih mudah diamati. Pengujian Liquid Penetrant Testing (LPT) dapat digunakan pada material homogen tidak berpori, casting, forging, machined parts, cutting tools, dan juga inspeksi lapangan.

Terdapat beberapa langkah dalam pengujian Liquid Penetrant Testing (LPT) :

  1. Preparasi permukaan
    Permukaan benda uji harus dibersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan perngotor pada permukaan.
  1. Aplikasi penetrant pada permukaan material
    Terdapat dua metode dalam pengaplikasian penetran, yakni brushing dan spraying.
  1. Penyerapan penetrant (dwell time)
    Waktu yang dibutuhkan agar penetran dapat memasuki cacat yang ada di permukaan.
  1. Penghapusan penetran berlebih pada permukaan material
    Menggunakan kain pembersih yang telah diaplikan cleaner.
  1. Aplikasi developer pada permukaan material
    Developer diaplikasikan agar penetran pada cacat dapat terangkat.
  1. Inspeksi permukaan material
    Identifikasi cacat yang terdapat pada permukaan.
  2. Pembersihan permukaan (post-cleaning)
    Pembersihan permukaan dengan kain pembersih yang diberikan cleaner.

Penetrant dapat digunakan untuk mendeteksi cacat permukaan, terdapat tiga jenis penetrant, antara lain:

  1. Fluorescent Dye
    Penetran ini dapat dilihat dalam lingkungan khusus berupa ruang gelap dengan bantuan sinar ultraviolet dengan intensitas cahaya ultraviolet minimal sebesar 1000 µW/cm2 menurut ASME VIII.
  1. Visible Dye
    Penetran ini dapat diobservasi dalam kondisi pencahayaan normal, warna dari penetran ini sangat kontras dengan material uji sehingga dapat dengan mudah dilihat.
  1. Visible dan Fluorescent Dye
Article written by Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

cross