Written by coki siregar on 21 November, 2021

Hydrostatic Testing

Pengujian hidrostatik merupakan salah satu pengujian tidak merusak (NDT) dimana pengujian dilakukan pada sistem pipa, silinder gas, boiler, dan bejana tekan untuk mengetahui kekuatan serta kebocoran yang mungkin untuk terjadi. Pengujian hidrostatik juga dapat digunakan untuk mengetahui sifat mekanik dari komponen yang diuji. Umumnya pengujian ini dilakukan setelah proses shutdown dan perbaikan dengan tujuan untuk memvalidasi bahwa peralatan akan beroperasi pada kondisi yang diinginkan pada saat kembali digunakan. Pengujian ini tidak dapat digunakan pada saat pengoperasian dan tidak dapat memantau kebocoran peralatan setelah pengujian dilakukan.

Pengujian ini dilakukan dengan mengisi komponen dengan air, menghilangkan udara yang terkandung dalam unit, memberikan tekanan pada sistem hingga 1,5 kali batas tekanan desain unit. Tekanan tersebut ditahan dalam waktu tertentu untuk memeriksa kebocoran pada sistem secara visual. Pengujian visual ini dapat ditingkatkan dengan menggunakan pewarna pelacak atau fluorescent untuk menentukan indikasi kebocoran atau kerusakan yang mungkin terjadi. Walaupun pengujian ini termasuk pengujian NDT, komponen masih memiliki kemungkinan untuk mengalami kegagalan pada saat inspeksi apabila melebihi tekanan uji atau terdapat retakan kecil yang menyebar dengan cepat.

Terdapat beberapa persiapan dan persyaratan penting yang harus diterapkan pada pengujian hidrostatik, yaitu :

  • Harus dilakukan pra pengujian untuk memastikan kontak pipa telah tercapai di seluruh lokasi penopang
  • Harus merancang penyangga sementara untuk memastikan penyangga tersebut mampu menopang hidrostatik.
  • Semua saluran harus diperiksa untuk emmastikan seluruh sistem dapat dikeringkan sepenuhnya setelah pengujian
  • Ventilasi/ sambungan titik tinggi lainnya harus dibuka untuk menggantikan udara dari saluran setelah pengisian air dimulai selama uji hidrostatik
  • Semua sambungan harus tidak memiliki insulasi dan terbuka selama pengujian hidrostatik
Article written by coki siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

cross