Written by coki siregar on 21 November, 2021

Acoustic Eye

Pengujian Acoustic Eye merupakan salah satu teknik pengujian tidak merusak dengan teknologi yang maju (advanced technology). Pengujian Acoustic Eye didasarkan pada pengukuran gelombang akustik satu dimensi yang merambat dalam pipa. Setiap perubahan pada luas penampang dalam sistem tubular akan menciptakan refleksi, yang kemudian direkam dan dianalisis untuk mendeteksi cacat. Probe akan menembakkan gelombang akustik pada pipa, lalu gema yang memantul kembali hasil dari adanya cacat dicatat dan dianalisis untuk mengetahui lokasi, jenis, serta ukuran dari cacat pada diameter dalam pipa. Pengujian ini menggunakan teknologi Acoustic Pulse Reflectometry (APR) non-invasif untuk membuat “probe virtual’ yang dapat dengan mudah menavigasi bends, coils, elbows, dan lain sebagainya. Pengujian ini memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan metode tak merusak (non-destructive) lainnya, yaitu:

  1.     Dapat disesuaikan dengan diameter dalam pipa sampai 4 inch pada berbagai bentuk komponen atau jenis material (logam ferrous, logam non-ferrous, graphite, dan plastik)
  2.   Pengujiannya dapat dilakukan dengan cepat (kurang dari 10 detik atau kurang dari 5 detik dengan panjang 6 meter).
  3.   Tidak memerlukan keahlian khusus karena mudah dioperasikan dan interpretasi data yang berbasis komputer.
  4.     Tidak memerlukan consumable probes.
  5.   Pengujian yang ideal untuk situasi darurat.

Pengujian ini memiliki beberapa standar yaitu ASTM E2906/E2906M-13 dan ASME/ASNT (ASME BPVC.V-2017 –  Article 18). Tahapan untuk melakukan pengujiannya, antara lain :

  1.   Melakukan set-up peralatan
  2.   Mengambil pengukuran pada pipa
  3.   Menganalisis hasil

Terdapat beberapa cacat yang dapat terdeteksi seperti holes, blokages, corrosion, erosion, dan pitting. Dari pengujian ini akan terdapat informasi mengenai lokasi, tipe, dan ukuran dari cacat pada pipa. Pengujian Acoustic Eye dapat diaplikasikan pada industri pemprosesan bahan bakar, pembangkit listrik, petrokimia, pemprosesan minyak dan gas, farmasi, serta manufaktur logam, baja, semen, dan pipa. Contoh aplikasinya adalah deteksi cacat/kebocoran,  rapid screening tool, inspeksi pada U-bend, inspeksi Fin-fan, inspeksi besar diameter, dan pembersihan pipa.

Article written by coki siregar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts

cross