X-RAY DIFRACTION (XRD)

XRD digunakan untuk analisis komposisi fasa atau senyawa pada material dan juga karakterisasi kristal. Prinsip dasar XRD adalah mendifraksi cahaya yang melalui celah kristal. Difraksi cahaya oleh kisi-kisi atau kristal ini dapat terjadi apabila difraksi tersebut berasal dari radius yang memiliki panjang gelombang yang setara dengan jarak antar atom, yaitu sekitar 1 Angstrom. Radiasi yang digunakan berupa radiasi sinar-X, elektron, dan neutron. Sinar-X merupakan foton dengan energi tinggi yang memiliki panjang gelombang berkisar antara 0.5 sampai 2.5 Angstrom.

Ketika berkas sinar-X berinteraksi dengan suatu material, maka sebagian berkas akan diabsorbsi, ditransmisikan, dan sebagian lagi dihamburkan terdifraksi. Hamburan terdifraksi inilah yang dideteksi oleh XRD. Berkas sinar X yang dihamburkan tersebut ada yang saling menghilangkan karena fasanya berbeda dan ada juga yang saling menguatkan karena fasanya sama. Berkas sinar X yang saling menguatkan itulah yang disebut sebagai berkas difraksi. Hukum Bragg merumuskan tentang persyaratan yang harus dipenuhi agar berkas sinar X yang dihamburkan tersebut merupakan berkas difraksi.

Pengujian XRD digunakan untuk mendeteksi senyawa apa saja yang ada dalam sample di atas, data yang ditampilkan bisa kita lihat pada contoh hasil pengujian menggunakan XRD pada halaman selanjutnya.

Diharapkan setelah dilakukan pengujian dengan metode ini bisa menyimpulkan hasil unsur deposit dari mana asal dan sumbernya, agar bisa dihentikan, diperbaiki dan tidak terjadi lagi pada masa operasi setelah proses Overhaul dilakukan dan bisa meningkatkan performa pendinginan pada Hydrogen Cooling Generator menjadi lebih optimal.

ARTIKEL

DYE PENETRANT TESTING

Metode ini sering digunakan untuk mendeteksi cacat pemutusan permukaan di nonferromagnetik bahan. Subyek yang akan diperiksa pertama-tama dibersihkan secara kimia, biasanya dengan uap fase, untuk menghilangkan semua jejak benda asing, minyak, kotoran, dll.

FAILURE ANALYSIS

ANALISA KEGAGALAN adalah sebuah proses dalam menentukan akar permasalahan secara fisik dari masalah-masalah yang ada. Prosesnya berjalan kompleks, mengacu kepada disiplin teknis yang berbeda, dan menggunakan berbagai macam pengamatan, inspeksi, dan teknik-teknik laboratorium.

MAGNETIC PARTICLE CRACK DETECTION

Metode ini cocok sekali dipakai untuk mendeteksi permukaan dan diskontinyu di dekat permukaan sample dengan sifat magnetik, terutama baja feritik dan besi.

RADIOGRAFI

Teknik ini cocok sekali untuk mendeteksi cacat internal dalam senyawa ferro dan non ferro dan material-material lainya. X-Ray, dibangkitkan secara elektrikal, dan radiasi Gamma dipancarkan dari isotop radioaktif, dimana radiasi menyusup dan diserap oleh material dengan melewati material itu.

ULTRASONIC FLAW DETECTION (UT)

Teknik ini digunakan untuk mendeteksi cacat secara internal dan permukaan (khususnya yang jauh di bawah permukaan) cacat pada bahan konduksi suara. Prinsipnya dalam beberapa hal mirip dengan echo sounding.

X-RAY FLUORESCENCE (SPARK OES)

XRF (X-ray Fluorescence Spectrometry) merupakan teknik analisa non-destruktif yang digunakan untuk identifikasi serta penentuan konsentrasi elemen yang ada pada padatan, bubuk atau sample cair.