REMAINING LIFE ASSESSMENT

Remaining life assessment adalah usaha untuk mengukur, memprediksi umur sisa suatu peralatan, dengan metode pengujian, pengukuran, serta pengolahan data operasi dan pemeliharaan yang kemudian bisa dijadikan acuan untuk mengambil keputusan terbaik terkait pengelolaan aset industri

MENGAPA KOMPONEN/PERALATAN MEMILIKI UMUR PAKAI ?

Design komponen selalu ditujukan untuk mengeliminasi kegagalan. Lalu ukuran yang dibuat memiliki spesifikasi material dengan sifat minimum, tetapi sifat yang diinginkan memiliki kemampuan yang maksimum. Jadi penghitungan ulang hendaknya perlu dilakukan lagi agar komponen yang dibuat memiliki umur yang signifikan. Perkiraan umur sebuah komponen yang diinginkan bisa lebih panjang, tetapi waktu menjadi keterbatasandalam membuatnya. Akibat dari tuntutan tersebut para perancang melakukan pengumpulan data material dengan jangka pendek untuk memuaskan kebutuhan akan hal tersebut. Seiring dengan itu, data jangka panjang telah dibuat, dihitung ulang untuk memungkinan-kemungkinan yang ada untuk bertambah umur pakainya. Rancangan dari komponen-komponen pembangkit yang menitik beratkan pada kondisi creep selama enam puluh tahun, yang berjarak pada 100.000 jam pengujian tegangan repture. Memandang pentingnya data creep jangka panjang mengukur umur dari komponen-komponen krisis, banyak sekali biaya yang dihabiskan untuk pengujian dengan melibatkan banyak laboratorium untuk menghasilkan penambahan data untuk jangka panjang. Sekarang banyak jenis dari baja, data tegangan repture sampai dengan 250.000 jam telah didapatkan. Penghitungan ulang umur pakai dari berbagai macam komponen telah menghasilkan titik terang sebagai maksud menambah masa pakai dari komponen tersebut.

Apabila kita mengambil sebuah kasus perkiraan sisa umur pakai dari sebuah tube boiler liir, juga tergantung pada dimensi existing tube saat ini, hasil pemeriksaan Non Destructive Test (NDT) maupun parameter operasi boiler yang terjadi dilapangan.

Layanan

Kami dari PT.Sinergi Nanotech Indonesia, telah menyediakan beberapa jasa untuk memenuhi kebutuhan Anda

PENGUJIAN MATERIAL LOGAM

Proses pemeriksaan bahan-bahan untuk diketahui sifat dan karakteristiknya yang meliputi sifat mekanik, sifat fisik, bentuk struktur, dan komposisi unsur-unsur yang terdapat di dalamnya.

PENGUJIAN NON LOGAM

Metode pengujian kekerasan kekerasan non logam bertujuan untuk menentukan kekerasan pada suatu material yaitu dengan mengukur kedalaman lekukan indentasi.

FAILURE ANALYSIS

Sebuah proses dari evaluasi dan membandingkan parameter desain alat/barang jika diberikan beban, suhu, fatigue dan lain-lain.

REMAINING LIFE ASSESSMENT

suatu proses untuk menestimasi umur pakai pada suatu unit.

INSPEKSI NON DESTRUCTIVE TEST (NDT)

Pengujian logam yang tidak bisa menimbulkan kerusakan logam atau benda yang diuji.

KONSULTAN TEKNIK (SIMULASI FINITE ELEMENT,CFD,DLL)

Metode penghitungan dengan sebuah kontrol dimensi, luas dan volume dengan memanfaatkan bantuan komputasi komputer untuk melakukan perhitungan pada tiap-tiap elemen pembaginya.

PENGUJIAN PERFORMA PART OTOMOTIF (POLIMER)

mencakup berbagai pengujian, seperti produk, part, bahan atau kemampuan sistem untuk memenuhi desain, rekayasa, atau spesifikasi dan persyaratan fungsional, termasuk kondisi lingkungan yang diperlukan di mana produk, bagian, bahan atau sistem akan digunakan.

WORKSHOP & TRAINING

PT Sinergi Nanotech Indonesia juga menerima program workshop dan training untuk para peserta dapat menghubung8i kami dan mendaftarkan diri untuk pelatihan bersama kami