Mengenal METALOGRAFI

metalografi

 

Pengertian Metalografi

Metalografi merupakan suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang metode obserbasi atau pemeriksaan atau pengamatan atau pengujian dengan tujuan untuk menentukan atau mempelajari perhubungan antara struktur dengan sifat atau karakter dan perlakuan yang pernah dialami oleh logam,paduan dan bahan lainnya.Namun demikian,bahan yang diamati adalah bukan logam,namun meliputi bahan bahan lain seperti kramik,plastik,kayu kertas,dan lainnya,oleh karenanya disebut Metalografi.

Pengamatan atau Pemeriksaan struktur bahan logam dapat dilakukan dengan mengggunakan berbagai skala atau tingkat pembesaran,mulai dari secara visual atau pembesaran yang rendah sekitar 20 kali,sampai harus lebih besar dari pada 1.000.000 kali dengan mikroskop elektron.

Metalografi juga dapat mencakup pemeriksaan atau observasi struktur kristal dengan menggunakan teknik x-ray difraksi.Namun demikian,alat yang paling umum digunakan pengamatan metalografi adalah mikroskop cahaya atau mikroskop optik dengan pembesar mulai dari 50 hingga 100 kali dan kemampuan atau memisahkan untuk resolusi struktur mikro 0,2 mikron atau lebih besar.

 

Tahapan Pengujian Metalografi 

Beberapa tahapan yang bisa dilakukan sebelum pengamatan mikroskop dapat dilaksanakan adalah;

1.Pemotongan

Pemotongan atau sectioning yaitu pengambilan sebagai sempel representatif yang akan dianalisin dengan berbagai cara seperti pemotongan dengan cakram abrasif,gergaji atau dengan plasma bertekanan tinggi.

2.Lebelling,Identifikasi

Lebelling yaitu pemberian identitas sempel supaya dapat dibedakan satu dengan yang lainnya.Lebelling dapat dilakukan dengan cara penggoresan,pengetokan atau dengan cara lainnya.Pastikan bahwa identitas tidak akan hilang selama preparasi.

3.Mounting

Mounting yaitu pelapisan sampel logam dengan zat organik seperti bakelit,epoxi resin dengan maksud mempermudah penanganan selama persiapan metalografi.Teknik mouting dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti clamp mounting,compression mounting,cold mounting dan conductive mounting.Perbedaan yang pokok dari keempat cara tersebut adalah tergantung pada bahan dan teknik pelapisan yang dilakukan

4.Penggerindaan

Penggerindaan yaitu pengatamaan untuk meratakan permukaan sempel dengan menggunakan kertas/bahan abrasif.Ukuran abrasif yang digunakan mulai dari 40 sampai 1200 mesh.Bahan abrasif umum nya terbuat dari alumina silikon karbida,emery atau intan.Untuk menghindari pengaruh temperatur gesekan,maka operasi perataan permukaan dilakukan dengan cara basah.Teknik pemolesan dapat dilakukan dengan cara hand grinding,automatic machine atau lapping.

5.Pemolesan

Pemolesan adalah tahap akhir dari perataan permukaan sempel.Syarat permukaan sempel yang dapat digunakan untuk analisis metalografi harus bebas dari goresan dan tampak seperti cermin.Pemolesan dapat dilakukan dengan cara mekanis,kimia dan elektrolitik

6.Pengetsaan

Pengetsaan adalah pemberian cairan kimia yang disebut dengan etchant pada permukaan hasi polishing untuk menimbulkan penampakkan khusus seperti fasa,batas butir,dislokasi dan struktur mikro tertentu dibawah mikroskop.Teknik pengetsaan dapat dilakukan dengan cara kimia,elektrolitik,katodik vacum.Setiap logam memiliki reagent etchant tertentu,seperti baja dan besi cor dapat digunakan reagent nittal atau picral yang keduanya menampakkan fasa pearlite

7.Pembersihan

Pembersihan permukaan logam yang belum dan sesudah dietsa dari kotoran atau reagent kimia.Bahkan sangat dianjurkan setiap tahapan selalu dilakukan pencucian permukaan sempel sebelum masuk tahap berikutnya.Pencucian dapat dilakukan dengan menggunakan air mengalir sampai pada tahap penggunaan alkohol untuk etsa.

8.Pengeringan

Tahap akhir adalah pengeringan sempel sebelum dilakakukan pengamata dibawah mikroskop.Permukaan sempel harus bener-bener kering.Air yang tersisa pada permukaan akan teruapkan saat pengamatan.Hal ini akan merusak mikroskop.Selain itu,air yang tersisan dapat memberikan interpretasi menjadi salah.